Pages

Saturday, June 4, 2011

Karkuzari (Laporan) : Pengajian di Madinatul Munawwarah, Arab Saudi

Karguzari email rakan seusaha, Miftah Abdurrazaq yang mengikuti pengajian di Madinah. Karguzari dihebahkan oleh saudara Galih Hermawan, rakan kepada ustaz Miftah melalui group tertutup di facebook, Madrasah Da'wah dan Islam/ Usaha Da'wah. Email ini diterima pada bulan Oktober, 2010.


Wujud berbagai-bagai pandangan negatif terhadap usaha dakwah & tabligh khususnyasebahagian daripada saudara seIslam kita yang bermanhaj Salafi yang masih tidak memahami hakikat daripada usaha dakwah ini. Dengan menghargai usaha mulia mereka 'kembali kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul mengikut kefahaman salafus soleh', maka penulisan sebegini sedikit sebanyak memberikan pandangan yang berimbang. Namun, ini hanyalah pandangan dan pengamatan penulis emel. Juga tidak menafikan adanya rakan seusaha yang bermanhaj salafi, malahan berstatus alim ulama dan ustaz-ustaz yang sepatutnya dimuliakan. Penulis blog sendiri mengambil manfaat ilmu dan penulisan ilmiah daripada saudara-saudara kita yang bermanhaj salafi.


Atas sebab-sebab tertentu, beberapa perenggan daipada emel tidak disertakan. Saudara Galih Hermawan menyatakan;


Assalamu'alaikum,

Mudah-mudahan kita semua senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya. Amiin.

Beberapa teman-teman dari Dago (Bandung) mungkin sudah mengetahui informasi dari ustadz Miftah yang baru saja pulang dari studi di Madinatul Munawwarah, Arab Saudi.



Laporan singkatnya:


Alhamdulillaah, saudara-saudara kita pekerja da'wah hampir semuanya belajar massa'il pada ulama-ulama salafy tersebut bertujuan untuk mengambil ilmu dan ikram pada ulama-ulama tersebut, walaupun ada beberapa yang belum senang terhadap "jamaah tabligh".

Bahkan ulama salafy tersebut semakin hari semakin heran, kok majelis ilmunya lebih banyak didatangi orang-orang tabligh ini. (biasanya kan terkenal tidak berilmu, jahil, menjauhi ulama dan lain-lain).

Bahkan tidak sedikit santri "tabligh" yang berprestasi ketika belajar pada ulama tersebut, mendapat rata-rata nilai 100 pada setiap ujiannya.

Santri ini akhirnya sangat dikagumi oleh ulama salafy tersebut, bahkan dipuji-puji di depan majelisnya.

Alhamdulillah, di Arab Saudi sendiri, sudah hampir 80% ulama yang mendukung terhadap usaha da'wah dan tabligh ini, beberapa ulama yang belum mendukung disebabkan masih salah pengertian terhadap usaha da'wah ini, sering memperoleh informasi yang tidak sesuai dari orang-orang awam di sekitarnya, seperti; orang tabligh itu menyembah kubur, aqidah sesat, dan lain-lain.

Bahkan beberapa santri salafy lain diajak ke markaz da'wah di Madinah, dilibatkan dalam musyawarah harian, diajak silaturrahim, mereka semangat sekali. (Mereka tidak tahu kalau itu adalah markaz da'wah, jika tahu mungkin tidak mau masuk atau hadir.)

Namun Alhamdulillah, dengan tidak membawa bendera "Jamaah Tabligh", mereka langsung dilibatkan dalam usaha da'wah, mereka sangat senang sekali.

Salah satu santri pentolan (terkemuka) salafy dari Jogja berkata, "Di Jogja, markaz tabligh terletak di depan pesantren tempat saya berada, dan saya termasuk orang yang paling menentang tabligh, tapi sekarang kok saya jadi ikutan da'wah & tabligh!"

Bahkan 'alim ulama rujukan salfiyyin seperti Syeikh Utsaimin rahimahullaah, Syeikh Abu Bakar Al Jazairi pun mendukung santri-santri dan masyarakat umum untuk menyertai jama'ah ini, bukan untuk menjauhinya. Di televisi-televisi Saudi pun sudah ramai dikabarkan.

Namun sayang, di Indonesia ini, apalagi di Internet, beberapa orang saudara kita salafiyyin masih belum Allah beri kefahaman, sehingga sampai saat ini masih mengambil pendapat-pendapat lama yang tidak berkenan terhadap usaha da'wah & tabligh.

Saya sempat posting informasi ini di salah satu situs salafy, tapi mereka tidak mau menuliskannya, padahal tulisan saya ini tidak mengandung cacian pada mereka, Allahu A'lam.

Kayaknya tidak lama lagi markaz da'wah akan kembali ke asalnya zaman dulu (Madinatul Munawwarah).

Ya Allah istiqomahkan kami dalam da'wah Rasulullaah SAW. ini, dan terima lah diri dan usaha kami ini.

Saya sendiri sadar, kesibukan saya di luar da'wah masih lebih banyak ketimbang dalam da'wah ini, mudah-mudahan Allah mengampuni saya, memberikan saya kemampuan untuk meluangkan harta, diri, dan waktu di jalan Allah, lebih banyak, lebih lama, lebih iklash, dan lebih sempurna lagi. Amiin.

That's All.

Wassalamu'alaikum.



Pautan:

1) Ebook Jilaul Adzhan (Menyingkap Tabir Kesalahfahaman terhadap Jamaah Tabligh), Mukaddimah dan Bahagian Pertama: Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy - 4shared

2) Ebook Melepas Kedok Jamaah Tabligh susunan Abu Muhammad Fahim - 4shared

3) Video-video berkaitan. - Youtube



Beberapa karguzari:

Mac 2011, Ustad Hasyim, alim Sragen menjadi amir jemaah student dan keluar 3 hari di mohalla. Beliau merupakan jemaah muzakir/ zakirin di jord/ijtima Indonesia yang akan diadakan beberapa bulan lagi. Dia mengatakan, Syeikh As Sudais bersama masyaikh-masyaikh ulama dari Arab Saudi akan menghadiri ijtima/jord Indonesia. Sejauhmana kebenarannya, wallahu a'lam. Baru-baru ini, Syeikh As-Sudais menziarahi Darul Uloom Deoband dan InsyaAllah pada 24hb April 2011, Syeikh As Sudais membuat pengisian ceramah perdana di seminar Berpegang Pada Al-Quran dan Sunnah yang diadakan di Hotel Royal Chulan, Jalan Conlay. Aturcara majlis dihebahkan oleh rakan salafi.
 
Karguzari jemaah tempatan yang baru balik dari IPB dan sempat menghadiri ijtima Tongi, rakan seusaha mengatakan anggaran 80% jemaah foreign yang menghadiri ijtima adalah daripada negara-negara Arab. Usaha makin meningkat dan maju di dua negara ini, Yaman dan UAE.

Karguzari daripada pelajar Madrasah Darul Mustapha di Hadramaut,  As Syaikh Habib 'Umar Hafiz pernah khuruj 40 hari semasa pertama kali belajar di Baidho', Yaman Utara dan menghadiri ijtima di Pakistan. Bahkan ayahnya, As Syaikh Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz berpandangan baik terhadap usaha dakwah ini. Di madrasah, pelajar juga meluangkan waktu untuk keluar khuruj di jalan Allah, malahan kerja maqomi dan intiqoli akan dilaporkan kepada As Syaikh Habib 'Umar Hafiz.

Rakan seusaha di fb memberi karguzari bahawa jemaah daripada Yaman memberi bayan maghrib di malam sabguzari markaz Penanti. Jemaah ini merupakan salah satu daripada 250 jemaah 4 bulan yang telah dibentuk di Ijtima Yaman.


Sama ada menisbatkan diri sebagai 'karkun', salafi, parti atau pertubuhan Islam di kehidupan dunia yang singkat ini, yang akhirnya juga pasti akan ditanya iman dan amal selepas mati. Berkata 'saya orang Islam yang biasa', mungkin ini jauh lebih baik.



Wallahu a'lam.

Copy paste dari : BLOG KARKUZARI DAKWAH IMAN

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...